Selasa, 10 Oktober 2017

POETRY


GELAP


Gelap
Aku merasakan gelap
Gelap gulita
Gelap yang tiada tara
Di manakah cahaya yang aku inginkan?
Di manakah cahaya yang aku rindukan?
Ke manakah cahaya itu sekarang?
Kalian tahu, apa cahaya itu?
Cahaya itu adalah penerang diantara banyaknya kegelapan
Cahaya itu adalah sang pemimpin yang dapat membuka semua kebenaran yang ada
Cahaya itu.....
Cahaya itu adalah sang pemimpin yang aku rindukan
Cahaya yang memang benar-benar peduli terhadap kegelapan yang ada
Kesengsaraan yang ada
Hai pemimpinku
Kau yang kunantikan
Sebagai pemersatu diantara kami
Hai pemimpinku
Aku sudah bosan dengan semua hal tentang demokrasi ini
kita hanya merayakan demokrasi
namun kita tidak pernah merasakan demokrasi itu
Demokrasi saat ini adalah ANJING
ANJING SEANJING ANJINGNYA
Hai pemimpinku
Belum sadarkah dirimu
Kita di sini memerlukanmu
Sebagai penyambung suara rakyat
Kami
Adalah rakyatmu
Kami butuh ketegasanmu
Jangan kau biarkan demokrasi sebagai tulisan yang tak berarti
Di negeri ini